Wow! Pemuda ini usianya 85 tahun

Gerakan Pemuda Ansor adalah NU Masa Depan dan sekaligus Masa Depan NU, mari kita lihat GP Ansor dari kacamata awam. 

Antara lain:

  1. GP Ansor tidak seperti organ kepemudaan lain yang berdiri untuk tujuan/purpose tertentu.
  2. GP Ansor juga tidak terlihat menonjol secara sporadis dengan misi/isu tertentu.
  3. Banser lebih terkenal dibanding GP Ansor.
  4. Kesannya ini organ kepemudaan jadul atau kuno.

Penilaian itu berdasarkan riset ya gaes, sebenarnya ada beberapa anggapan dan tanggapan “top of mind” awam tentang GP Ansor tapi paling banyak 4 hal diatas. Kalo saya dulu sebelum bergabung menjadi kader GP Ansor, melihat organ ini cuma 1 kesan yang ada. GP Ansor adalah sebuah EO untuk para Kyai dalam segala hal, mulai ngurus sandal Kyai sampai urusan protokoler gitulah intinya.

Awam juga menilai kulitnya saja, GP Ansor adalah organisasi yang sangat bangga berpakaian memadukan sarung, kopiah, jas dan selop. Silakan cari organ kepemudaan lain yang bisa nyaman dengan setelan seperti ini, hanya GP Ansor yang bangga dengan identitas ini yang ternyata itu warisan dari Mbah Wahab; muassis NU dan pencetus lahirnya GP Ansor.

GP Ansor juga organ kepemudaan yang “ngeyelan” ketika sudah membicarakan tentang bagaimana posisinya dalam menjaga 4 pilar kebangsaan. Untuk hal lain bisa diskusi panjang lebar, tapi kalo isunya adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 maka 1 kata yang akan kita dengar dari GP Ansor: FINAL.

Kira-kira itu yang dapat saya simpulkan dari kacamata awam tentang GP Ansor.

Setelah bergabung, kesan pertama yang saya dapatkan di GP Ansor ini organ kepemudaan dengan kader mayoritas golongan sarungan alias santri, sedikit pejabat, sedikit akademisi, sedikit birokrat, sedikit pengusaha, dan sedikit banget mantan preman (disini saya berada). 

Karena mayoritas isinya santri, maka GP Ansor adalah satu-satunya organ kepemudaan yang nyawa pergerakannya adalah melayani. Bukan satu hal kebetulan jika ada integrasi dari nama organisasi (Ansor yang artinya penolong), dengan giat dan aktivitas yang dilakukan. 

Salah satu Komandan Banser Wilayah pernah bercerita kalo dia sangat beruntung bisa berkhidmat di Ansor karena mendapatkan 2 manfaat. Yaitu bisa nyantri dan latihan disiplin dalam 1 kegiatan, saya tertarik dengan apa yang dia sampaikan. Apa manfaat nyantri dan latihan disiplin ini rupanya? 

Dan jawaban dia: “Karena 2 manfaat yang kita dapatkan itu bukan untuk diri saya, tapi untuk anak saya”

Kita ngobrol sambil ngopi dan ngerokok (ini juga ciri khas Kader Ansor mainstream sih), bagaimana bisa dia nyantri dan berdisiplin adalah untuk anaknya? Rupanya ada pesan kuat yang dia ingin tanamkan dan analoginya cukup dalam menancap diotakku.

Mengurus bangsa ini adalah hal yang sangat rumit, dibutuhkan generasi yang levelnya advance bukan kaleng kaleng. Sementara, ketika kita sebagai Kader memiliki 2 sikap diatas (nyantri dan disiplin), itu adalah modal dasar yang sangat kuat untuk menjalani hidup. 

Kenapa demikian? 

  1. Nyantri adalah sebuah sikap pasrah dan siap digembleng mengosongkan gelas dan siap menerima kebaruan dan ilmu yang terus menerus disalurkan oleh para Kyai untu sangu hidup. 
  2. Disiplin adalah sikap mengalahkan diri sendiri, dan mengalahkan diri sendiri adalah modal awal ketika kita ingin mengalahkan dunia yang fana ini. 

Pikiran sayapun melayang, NU adalah organisasi besar yang sangat bertanggunguawab atas kelangsungan Indonesia kedepan. Dibutuhkan orang-orang luar biasa yang kelak membidani NU terkait khidmat untuk Indonesia, dan tugas GP Ansor menyiapkan orang-orang luar biasa tersbut. Sebagai badan otonom NU yang paling tua, tentunya GP Ansor mendapatkan “porsi” tanggung jawab yang juga lebih besar.

Ternyata bener juga, untuk menjadi masa depan NU dan NU masa depan kita sebagai kader harus berpegang pada jiwa Santri dan Disiplin.

Di hari lahir yang ke 85 ini, tantangan terbesar GP Ansor adalah menjaga “kelestarian” konsensus nasional, dimana dewasa ini dihajar terus menerus melalui banyak cara dan siasat perongrong negeri. Pada usia yang tidak muda lagi (untuk sebuah Gerakan Pemuda), GP Ansor mempunyai tugas besar yaitu mengimplementasikan Bela Agama, Bangsa, Negeri dalam satu tarikan nafas, Indonesia.

Selamat kepada Gerakan Pemuda Ansor, yang sampai detik ini masih istiqomah tidak bergeser sedikitpun untuk Indonesia. Saya bangga menjadi Kader Ansor. 

2 Replies to “Wow! Pemuda ini usianya 85 tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *