Kembali Ke Barak

Beberapa saat setelah pengumuman kabinet Indonesia Maju saya guyon-guyon dengan beberapa senior dan juga Gus Ketum terkait “fenomena” langka yang dilakukan oleh Jokowi.

Mulai dari Mendagri, Menkes, Menhan dll bahkan Menag kog ya TNI/Polri kabeh iki piye? Saya nyeletuk “Yaa mungkin inilah efek dari Jokowi ngundang GP Ansor dan bertukar pendapat terkait radikalisme, intoleransi dan terorisme dimana entah apa yang merasukinya ujug-ujug semua tentara dan polisi”

Kita pun ketawa, bener juga ya jangan-jangan ini karena paparan GP Ansor terlalu merasuk dan harus diambil langkah wagu tersebut.

Itu cuma guyon, bener atau tidak ya kembali ke daya imajinasi masing-masing jangan baper.

Yang pasti adalah, GP Ansor sangat mengapresiasi kabinet yang baru terbentuk ini.

Brevet GP Ansor adalah Yaa Illahi, dan sudah menjadi nafas pergerakan, itulah kenapa Kader Ansor tidak gumunan dan reaktif (padahal masih muda), ya karena pengkaderan dan kompetensi tinggi adalah target GP Ansor untuk Kader NU masa depan dan masa depan NU.

Implementasi dari rasa hormat atas kabinet yang terbentuk ini diwujudkan dengan menarik Banser kembali ke barak untuk fokus pada penguatan internal dan kaderisasi, karena kedepan jelas akan semakin berat dan dibutuhkan bekal yang prima untuk Kader Ansor dan Banser.

Konsolidasi kedalam dan penguatan kader adalah agenda utama dari Ansor dan Banser saat ini. Selamat datang ke barak masing-masing dan mari kita kuatkan diri untuk Indonesia.

Ibu pertiwi kalo manggil suka tiba-tiba, maka bersiaplah dan perkuat basis masing-masing. Tetap satu komando dan teruslah nggandul sarung para Kyai dan guru kita ✊🇮🇩

One Reply to “Kembali Ke Barak”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *