Indonesia Ladang Subur Investasi Bodong

Investasi bodong adalah bahaya kasat mata yang biasanya dianggap sepi karena pikiran awam “Gak kerja kog bisa dapat duit, pasti penipuan nih”. Yah, itu adalah tanggapan awam, termasuk saya juga sering beranggapan hal tersebut. Di sirkel saya juga tidak ada teman yang melakukan investasi doang sambil ongkang-ongkang kemudian kaya raya. Mungkin cuma saya yang pernah ikut dan ketipu juga wkwkwkwk…

Dulu pernah ikut investasi di PIPS yang server dan semua operatornya di Malaysia, kerjaannya cuma 1 saja yaitu pasang uang untuk ikut trading (istilah salesnya). Investasi dan dikirimi skrinsot sejumlah dana yang itu adalah uang saya, sudah masuk ke sistem dan dimainkan untuk trading. Lengkap dengan kolom withdrawal dan segala caranya memainkan gitulah, sambil nunggu akun saya jadi sehingga bisa dipantau sendiri.

Awalnya bisa lihat akun dan dana yang sedang main disitu, tapi tidak seperti laman opsi biner yang sekarang marak di internet sih. Jika di opsi biner kita bisa mainkan sendiri, mau jual atau beli atau tarik, kalo investasi bodong saya tidak ada. Semua dimainkan oleh sistem dan konon kabarnya tiap saat bisa dipantau dan dilakukan withdrawal. Singkat cerita, web yang untuk akses ini tiba-tiba hilang dan marketing sibuk menginformasikan ini ada hacker dll, intinya dana ilang dan semua ilang wkwkwkwkwk…

Kemudian kemarin saya bertemu 8 kawan yang curcol duit investasinya hilang, dan jumlahnya tidak main-main karena per orang rata-rata 1.5 Milyar! Mereka cerita jika duitnya ditrading ke MIA Fintech Malaysia. Intinya sama seperti cerita saya, dan yang mengagetkan adalah jumlahnya yang luar biasa besar. Teman saya ini rata-rata pengusaha dan ngerti tentang perputaran uang, investasi dll tapi kena tipu.

Dan boleh dibilang yang ditipu MIA ini rata-rata orang yang melek bisnis, saya mencoba cari berita terkait MIA dan memang sudah banyak beredar investasi ini berjalan 2 tahun di Indonesia dengan pusat Malaysia, dan investor yang pasang duit disana ada ribuan, bahkan kawan saya klaim jika ada 50 ribu member di Indonesia. Saya langsung melongo sambil ngitung jika 50 ribu member itu invest 100 juta saja sudah berapa duit tuh?

Artikelnya disini: CEO MIA Fintech dilaporkan ke Mabes Polri

Berkaca dari kasus diatas, Indonesia ini lahan sangat subur bagi dunia investasi, termasuk yang bodong. Orang Indonesia ini suka inves dan membiarkan duitnya beranak pinak, ada yang beneran dan banyak yang bodong. Seminggu lalu Kepolisian Malaysia menggerebek sebuah tempat yang terbukti dipakai untuk melakukan praktek penipuan online, dengan modus sama seperti cerita diatas, yaitu investasi bodong.

Tidak tanggung-tanggung yang ditangkap ada 600 orang lebih, baca: Malaysia Ciduk 680 WN China Terduga Sindikat Penipuan Online Terbesar

Selang seminggu kemudian, Polda Metro Jaya berhasil menangkap sindikat penipuan digital yang juga WNA dari China, baca: Kasus Penipuan Via Sambungan Telepon, 85 WN China Jadi Tersangka.

Jika dibilang apakah ini sindikat, maka rangkaian dan sistem kerja mereka diperkuat dengan banyaknya operator (pelaku), maka ini adalah sindikat penipuan digital yang sangat besar dan sudah mengakar turun temurun. Bisa jadi orang-orang ini yang menipu saya sekitar 15 tahun yang lalu, karena modusnya sama persis inves invesan gitulah.

Harus dilakukan tindakan yang sangat tegas karena jika jumlahnya sebesar itu disini, apakabar jumlah mereka di belahan dunia lain dan juga di pusatnya sana. Meraup duit dengan perputaran sangat tinggi, tidak mendapatkan sertifikat resmi dari Negara dan bebas berkeliaran mencari mangsa di Indonesia. Harus dihukum yang berat, dan juga harus disampaikan terus-menerus di masyarakat Indonesia.

Jangankan yang investasi melalui platform digital, Indonesia ini telpon dan SMS “papa minta pulsa” saja masih marak dan masih ada saja yang kena tipu, apalagi yang sudah termoderasi sangat canggih seperti investasi bodong diatas. Intinya, jangan mudah percaya pada iming-iming “duduk dirumah dan menghasilkan uang”. Probabilitas keberhasilannya sangat kecil, mirip beli togel. Dan togel masih mending ada kerjanya, nongkrong di kuburan nunggu pocong.

Ya sudah gitu aja, salam waras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *