Bangkitnya Lemuria dan Mu Atlantis didepan Mata

Seperkasa apa sebuah hegemoni kekuasaan yang pernah tercatat sejarah, baik fakta ataupun mitos? Kita bisa mulai dengan besarny Persia yang luar biasa atau Romanum Imperium yang menjadi tatanan kekuasaan model baru, jauh setelah sistem Teokrasi sudah ditinggalkan ketika Tuhan menganggap manusia terlalu tamak menguasai dunia.

Ada juga teori kuat dari banyak ahli dimana sejarah pasti berulang kembali, untuk sebuah pembaruan dunia. Freethinker juga sama, mempelajari dunia dengan banyak disiplin ilmu yang intinya menyatakan bahwa dunia sedang ber-metamorphose. Semua anggapan para ilmuwan adalah bagaimana dunia “refresh” menjadi sesuatu yang baru dan tetap disini adanya, mungkin karena fakta punahnya dinosaurus.

Agama beda lagi, dunia ini adalah tempat mampir menuju tempat kekal dan kebaruan. Jadi kalo sekarang banyak yang debat kusir mana yang benar antara mereka yang tidak percaya Tuhan dengan yang percaya Tuhan menurutku sia-sia saja, kenapa? Kalian memperdebatkan hal yang tidak akan pernah nyambung. Akhirnya ya fallacy dan gelut dan saling ancam trus nangis dipojokan.

Lepas dari pemahaman dan keyakinan diatas, ada satu analogi yang sangat pas dan kekinian terkait Lemuria dan Mu dengan bangsa tangguhnya yang bernama Atlantis. Jika Lemuria dikenal sebagai “orang ampuh” kanuragan dan banyak artifak penting terkait Kumari Kandam (banyak literasi ini) dimana satu keping Dravida menjadi asal muasal India.

Sedangkan dari Mu, bangsa Atlantis “konon” ada di Nusantara dengan keahlian tehnik dan paham dengan mekanika logam, itulah kenapa di Indonesia ketika budaya lain kenal logam baru sebatas bikin pedang dan golok, disini sudah bisa bikin Gamelan dan Keris yang bisa jalan-jalan sendiri.

Lupakan Lemuria, lupakan Mu dan juga Atlantis karena hanya prolog saja. Kondisi terkini dunia adalah sedang krisis ekonomi dan mengulang sejarah Malaise Dunia di penghujung Perang Dunia 1 dimana dunia bangkrut berjamaah. Malaise adalah tonggak perbaikan dan reformasi ekonomi dunia karena dampaknya luar biasa. Perang belum selesai tatanan dunia menuju kapitalisme dan anjloknya New York Wall Street yang merupakan parameter ekonomi dunia, karena semua dampak revolusi industri dicatatkan disana.

Saking seramnya hal ini, ekonomi dunia ambruk total saat itu. Seperti gambaran kiamat, bahkan negara kolonial macam Belanda juga ambruk dan harus keruk Indonesia habis-habisan untuk bertahan hidup, sementara penduduk Indonesia makan gedebok pisang dan busung lapar. Industri kopi Hindia Belanda yang saat itu besar dan memasok Eropa juga hancur karena tidak ada demand sama sekali, sementara Indonesia banyak yang meninggal karena lapar.

Bursa saham hancur, industri hancur, ekonomi sekarat. Ibaratnya Asia adalah kulkas penuh makanan yang tidak tersentuh karena tidak bisa dijual, sementara masyarakat Asia sudah dibodohi sampai sekarat. Hingga akhirnya ditengah kehancuran, Industri penolong adalah tekstil yang tumbuh subur, ternyata pasar dunia butuh baju juga, mirip nasehat Jawa Sandang, Pakan, Papan dan akhirnya menggeliat.

Sekarang ini dunia sedang dalam masa jelang malaise alias “Great Depression” dimana perang dagang AS dan Cina menyasar dan mempengaruhi dunia ketiga, dunia yang secara ekonomi tidak tumbuh karena sebuah kesalahan kebijakan politik. Dan juga negatra yang tidak bisa berproduksi apapun, plus alamnya tidak bisa menghasilkan. Satu persatu runtuh dengan pertumbuhan kecil bahkan minus dan akhirnya resesi.

Bagaimana Indonesia? Indonesia diuntungkan dengan banyaknya penduduk dan juga banyaknya industri untuk pemenuhan kebutuhan masyarakatnya sendiri. Plus banyaknya lapangan kerja baru imbas revolusi industri 4.0 yang menggeliat dengan startup yang masuk kategori decacorn. Yang meraup banyak sekali tenaga kerja dan mengimplikasi ekonomi kerakyatan.

Terlalu susah untuk pesimis, walau harus tetap waspada dan paham dengan goncangan dunia yang mulai kerasa, langkanya minyak dan energi tak terbarukan yang solusinya sudah nampak dengan kreativitas membangun pusat energi terbarukan, dan ini untuk bangsa dan oleh bangsa.

Kebangkitan ras Atlantis di Indonesia ini harus tetap dipelihara dan dikembangkan, karena Indonesia adalah Atlantis yang hilang. Karena saat ini Lemuria juga sedang bangkit menjadi kekuatan ekonomi besar dunia. India

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *