BUMN Induk Semang Bughat harus Dihabisi

Membaca beberapa kejadian terkait BUMN yang aneh-aneh ini semakin menjelaskan yang pernah saya tulis disini: Tholabun Nusroh HTI dan Pancasila Bersyariah. Ada sebuah pengkondisian dari warisan strategi politik lawas yang dulu dikenal KKN. Jika KKN adalah untuk menjaga dinasti Soeharto, maka Nusroh yang dilakukan sekarang ini lebih kompleks dari sisi ideologi dan tujuan jangka pendek.

Sekarang adalah masa dimana semua kekuatan yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila bersatu padu. Menurut saya sendiri, ada beberapa kekuatan yang merongrong Indonesia dan khilafah adalah yang saat ini paling kuat karena dibantu bonus demografi dimana banyak millenial yang ingin eksis dan tetap agamis. Wadahnya ya khilafah beserta anasirnya, jika ditelaah lebih lanjut ya tujuannya cuma mau bughat saja.

Tidak ada yang murni perjuangannya berdasar ideologi kecuali ISIS, semua yang ada hanya topeng saja. Contoh: HTI yang slogannya paling Islam dan khilafah untuk segala hal, justru menggunakan hal-hal yang tidak “Islam-islam kaffah banget” mulai dari mengembangkan channel youtube yang dimonetasi, banyak elitnya yang kerja di bank yang jelas-jelas riba, sampai pada bisnis siaran digital yang menggunakan prasarana kafir. Hari ini ngomong selfi itu haram, besoknya dia selfi sambil ngiklan toko online, itulah badut HTI.

Para ahli menyebut ini adalah gegar budaya alias cultural shock dimana peran digital sangat membantu apa yang mereka perjuangkan. Beli gamis paling keren dan minyak wangi aroma Roudhoh sambil piara jenggot sudah bisa ditakzimi orang. Seperti itu gambaran zaman sekarang dan hal ini masuk ke BUMN. Tren sekarang adalah dengan menggunakan wadah pekerja sebagai benteng depan kepentingan elit yang tidak mau diubah alias pro status quo.

BUMN adalah sebuah kendaraan besar dengan banyak resources untuk bergerak menuju bughat dari kepentingan politik yang menumpang. Ini agak rumit dipahami tapi kenyataan demikian adanya. Tertangkapnya Arie Askhara yang menyelundupkan motor mewah belakangan ini adalah contoh riil, ada negara dalam negara yang dimanfaatkan kepentingan politik.

Fakta selundupan itu rekam jejaknya sudah sangat lama, bahkan keluhan dari karyawan juga tidak terdengar. Saat ganti Menteri barulah suaranya lantang karena Menteri menggebrak dengan slogan “bersih-bersih BUMN dari korupsi dan radikalisme”. Sebuah panggilan yang disambut baik dan menghasilkan tangkapan yang sedemikian spektakuler. Dirutnya saja maling apakabar anakbuahnya? Itu respon logis dari siapapun yang tahu kasus ini.

Untuk menghancurkan negeri ini sungguh mudah, kuatkan para pejuang ideologis di pos strategis BUMN seperti yang pernah saya tuiskan diatas, kemudian berikan elit BUMN ruang gerak semaunya. Mau korupsi, nyelundupkan barang, main perempuan ataupun narkoba. Berikan yang terbaik supaya kaum radikal dibawah bisa bergerak bebas dan bekerja membusuki Negara dan bermain sistem.

Hal ini standar yang dilakukan aktivis mahasiswa ketika mau rekrut anggota NII, cari yang paling menonjil untuk dikader dan beri dia apa yang dia mau, miras, narkoba, wanita dan apapun sampai akhirnya dia bergabung. Jihad dalam NII ini adalah sebuah blueprint perjuangan radikalis yang ngiler ingin menguasai NKRI. Dan mereka cukup banyak pengalaman dan lintas orde, sehingga penguasaan sistem adalah apa yang mereka lakukan.

Jika tidak bisa membentuk tentara, maka matikan semua badan usaha milik negara sampai Indonesia ini lumpuh secara ekonomi. Puaskan elitnya dengan kemabukan dan hilanglah Indonesia tanpa kita sadari, tiba-tiba hilang begitu saja tanpa ada yang menyadari atau bahkan sudah serba telat untuk bertindak.

LAngkah bersih-bersih BUMN ini harus terus dilakukan dengan gencar dan besar-besaran karena ini adalah masanya, dimana mereka yang anti NKRI sudah berada dalam tahap kekuatan penuh. Terbukti dari pelantikan beberapa elit kemarin adalah anasir dari gerakan radikal dan anti NKRI. Jika hal ini terjadi, kita tidak perlu berfikir pencegahan dan deradikalisasi karena semua sudah terlampat.

Ayo Pak Erick dan Pak Tito, ini harus cepat dan segera meluas. Bahaya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *